September 20, 2012

Sejarah dan Dokumentasi Menara Eiffel

Dibangun dalam rangka pekan Pameran Dunia dan perayaan Revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual selama dibangun, kerangka besi ini menjadi simbol kota Paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun.

Pemimpin Proyek : Tuan Gustave Eiffel dibantu oleh, antara lain, para insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta Stephen Sauvestre sebagai arsitek.

Rencana proyek dimulai tahun 1884. Meskipun semua halangan di atas, pembanguan menara dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Telah direncanakan menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, percobaan berhasil dari transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.

The Eiffel Tower history, Gustave Eiffel's masterpiece as well as details the tower's construction, height, weight, materials, lighting and steps to the top are presented by Paris Sweet Home.Bahan yang digunakan : Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton.

Tinggi : Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel.

Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, "Société Nouvelle de l'Exploitation de la Tour Eiffel", kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.

Penerangan : "Gadis Besi" ini diterangi dengan 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko.

Supaya membuat menara kelihatannya lebih hidup, 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara.

Jumlah tangga : 1.665 tangga bagi pengunjung yang senang olah raga. Ada 2 buah lift yang naik ke tingkat dua dimana bisa ditemukan berbagai toko suvenir.

Referensi : http://www.parissweethome.com/parisrentals/eiffel_my.php

Spesifikasi Kawasaki ninja 300

Spesifikasi 2013 Motor Kawasaki Ninja 300 – Berdasarkan dokumen Environment Protection Agency (EPA) terungkap kalau Kawasaki diperkirakan akan merilis motor sport terbarunya yaitu Ninja 300 di tahun 2013.

Ninja 300 merupakan versi 300 cc dari Kawasaki Ninja 250 FI yang sudah dirilis di Indonesia. Tampak semua fisik Ninja 300 hampir sama dengan Ninja 250 FI, yang menjadi pembeda adalah spesifikasi mesinnya.

Jika Ninja 250 memiliki kubikasi mesin twin 249 cc dan menghasilkan power on crank sebesar 23,5 kW (32 PS) / 11.000 rpm, maka Ninja 300 memiliki mesin twin 296 cc dan menghasilkan power on crank sebesar 29kW. Terdapat perbedaan sekitar 5,5 kW. Diprediksi Ninja 300 hanya akan dijual di pasar Amerika dan Eropa.

Spesifikasi 2013 Motor Kawasaki Ninja 300

2013 Motor Kawasaki Ninja 300
Spesifikasi Kawasaki Ninja 300

Engine type – Liquid-cooled, 4-stroke Parallel Twin
Displacement - 296 cm3
Bore x stroke – 62.0 x 49.0 mm
Compression ratio – 10.6:1
Valve/Induction system – DOHC, 8 valves
Maximum power – 29.0 kW {39 PS} / 11,000 rpm
Maximum torque - 27.0 N.m {2.8 kgf.m} / 10,000 rpm
Fuel system – Fuel injection: ø32 mm x 2 (Keihin), with dual throttle valves
Ignition – Digital
Starting – Electric
Lubrication – Forced lubrication, wet sump
Transmission – 6-speed, return
Frame type – Tube diamond, steel
Rake/Trail – 27° / 93 mm
Wheel travel, front – 120 mm
Wheel travel, rear – 132 mm
Tyre, front – 110/70-17 M/C 54S
Tyre, rear – 140/70-17 M/C 66S
Steering angle, left / right – 35° / 35°
Suspension, front – 37 mm telescopic fork
Suspension, rear – Bottom-Link Uni-Trak with gas-charged shock and 5-way adjustable preload
Brakes, front – Single 290 mm petal disc Single balanced actuation dual-piston
Brakes, rear - Single 220 mm petal disc Caliper: Dual-piston
Dimensions (L x W x H) – 2,015 mm x 715 mm x 1,110 mm
Wheelbase – 1,405 mm
Ground Clearance – 140 mm
Seat height – 785 mm
Fuel capacity - 17 litres
Final Drive – Sealed chain
Primary reduction ratio - 3.087 (71/23)
Gear ratios: 1st – 2.714 (38/14)
Gear ratios: 2nd – 1.789 (34/19)
Gear ratios: 3rd – 1.409 (31/22)
Gear ratios: 4th – 1.160 (29/25)
Gear ratios: 5th – 1.000 (27/27)
Gear ratios: 6th – 0.857 (24/28)
Final reduction ratio – 3.000 (42/14)
Clutch - Wet multi-disc, manual
Curb Mass - 172 kg / 174 kg (ABS)

September 17, 2012

New Kawasaki Ninja 150RR

Jiahh… Beneran bro!!! Ternyata Kawasaki Ninja 150RR versi baru bakal meluncur awal tahun 2012. Bisa jadi di bulan Januari atau Februari. Sesuai dengan foto-foto yang pernah P2R rilis, desainnya akan berubah banyak.

“Hanya desainnya yang beda, mesinnya sih enggak ada yang berubah. Bos-bos kita masih yakin mesinnya masih kompetitif,” ungkap seorang rekan di PT Kawasaki Motor Indonesia, ATPM-nya Kawasaki di tanah air.

Gimana enggak kompetitif, secara cuma tinggal Ninja 150 series doang yang pakai mesin 2-tak. Sudah barang tentu, tenaganya bengis hampir dua kali lipat motor 4-tak dengan kapasitas mesin serupa.

Oiya, kaki-kakinya enggak jauh beda kok sama yang lama. Kemungkinan besar ergonomi dan posisi duduknya akan tetap sama saja. Ya, cuma benar-benar beda baju.

Momen ganti baju ini juga direncanakan untuk menaikan harga Ninja 150RR. Meskipun belum tahu berapa banyak tapi akan ada perubahan. Selisih satu jutaan masih oke lah ya…???

new-ninja-150-rr-vs-ninja-250

sumber : http://proud2ride.wordpress.com

New Ninja 250 Injection

Setelah dinanti sekian lama, akhirnya tanggal 1 Agustus kemarin, bertempat di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place SCBD Jakarta, telah resmi diluncurkan generasi terbaru Ninja 250 dan sekaligus yang pertama diperkenalkan di dunia. Generasi terbaru ini sudah dilengkapi dengan mesin injeksi dan sistem pengereman ABS.

Generasi baru Ninja 250 ini didesain dengan menitikberatkan pada postur orang asia, khususnya Indonesia yang menjadi fokus Kawasaki. Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia, Okada bahwa New Ninja 250 ini merupakan motor yang benar-benaar baru dengan perubahan yang terjadi hampir di seluruh bagian.

New Ninja 250 Injection

Pengembangan motor ini membutuhkan waktu hampir 2 tahun untuk mengevaluasi segala sisi, agar tetap sukses di Indonesia dan negara-negara lain. New Ninja 250 ini dilepas dengan 4 pilihan warna, yaitu Lime Green, Ebony Pearl, Stardust White dan Passion Red yang mulai dipasarkan Agustus ini dengan kisaran harga 49.9 Juta di wilayah Jabodetabek. Sementara New Ninja 250 yang dilengkapi ABS dilepas dengan 2 warna yaitu Lime Green Ebony dan Passion Red – Stardust White dipasarkan Oktober mendatang dengan harga 56.9 juta



sumber : motorkawasaki.com

April 22, 2011

Modif Nouvo-Z, Naik Stroke Tanpa Paking

Modif Nouvo-Z, Naik Stroke Tanpa Paking

Ciri-ciri mesin sudah korek habis, gampang terbaca lewat penambahan paking almu tebal di bawah silinder. Namun untuk main kelas standaran balap lurus malam hari, haram menggunakan paking tebal. Kudu menampakkan standar.

Seperti yang diterapkan Yamaha Nouvo Z 2005 milik Vincent Wijaya dari Jl. Taman Sari VIII, Jakarta Barat. Mesin terlihat seperti standar, namun akselarasi melesat. Wus...wus...wus...

Cara yang sudah lazim banyak dipakai mekanik lain juga diikuti oleh Otoy yang mengorek Nouvo ini. Yaitu menggunakan piston Honda CBR yang lebih pendek. Sehingga stroke bisa naik 3 mm dan turun 3 mm. Totalnya jadi 6 mm.
Untuk itu cukup menggunakan pen stroke 3 mm. Agar tidak merusak kruk as dan mudah dikerjakan. Total kenaikan stroke 6 mm ditambah langkah piston standar 57,9 mm. Jadinya 63,9 mm.

Namun agar tidak mudah jebol, kepala piston bagian samping harus dibuat mendem. Atau lebih rendah 0,3 mm dari permukaan atas blok.

Seher CBR150 yang dipakai buatan Hi Speed. Punya diameter 66 mm. “Kapasitas silinder yang dihasilkan jadi 218,5 cc,” jelas Otoy yang buka bengkel B-Nana Racing di Jl. Pademangan 2, No. 131, Jakarta Utara.

Namun ada yang aneh. Kelas standaran biasanya dibolehkan menggunakan part luar serba standar. Seperti karburator juga harus menggunakan standar Nouvo yang masih vakum.

Tapi, di Nouvo ini malah menggunakan karburator PE. Ukurannya yang gede pula, yaitu 32 mm. Turun di kelas standar pasti lawan tidak akan mau.

Ada-ada saja.

Dominasi Part Thailand

Tidak disangka kalau jeroan mesin Nouvo-Z milik Vincent ini banyak pakai part dari Thai alias Thailand. Di antaranya satu set head beserta isinya, kem aftermarket yang punya lift tinggi. Serta satu gelondong kruk-as buat Nouvo-Z yang diboyong langsung dari negeri Gajah Putih.

“Bahkan komponen di dalam CVT seperti belt, roller, puli, kopling sentrifugal juga dibawa langsung dari sana. Tidaak ketinggalan knalpot racing model terbaru untuk motor ini, juga beli langsung di sana. Pokoknya modelnya beda,” ujar Vincent yang rencananyajuga mau buka toko variasi bernama Vincent’s Racing Galerry dalam waktu dekat ini.

Cuma saat ditanya pakai merek apa yang akan dipakai nantinya? Vincent tidak mau kasih tahu. Katanya sih, lihat saja nanti setelah tokonya berdiri. (www.motorplus-online.com)

Modif Suzuki Satria F-150, Turun Spek Demi Lawan

Modif Suzuki Satria F-150, Turun Spek Demi Lawan

Aslinya Suzuki Satria F-150 punya Abdul Hamid Manan dari Pulogebang, Jakarta Timur ini, untuk turun di trek 800 meter. Cuma karena enggak ada lawan, Hari Novrian sang mekanik Hari Motor pun terpaksa turun spek.

“Kebetulan ada lawan yang spek-nya di bawah 800 meter. Hasil negosiasi sepakat jadi 600 meter. Pertama memang kalah karena bocor komporesi di head. Ke-2 malah bisa ninggal jauh motor lawan,” bangga mekanik di Jl. H. Naman, Blok R6, Pondok Kelapa, Jaktim.

Diakui Hari, motor tunggangan Dani Tilil ini tak banyak diubah untuk turun spek. Hanya agar mantap akselarasi tanpa mengurangi performa di top-speed. Seperti kompresi, awalnya 12,5:1 buat trek 600 meter naik jadi 13,5:1. Atu bisa dibilang naik satu poin agar putaran mesin bawah jadi lebih responsif.

"Maklum, trek lebih pendek kudu manjakan akselarasi. Apalagi rasio gigi 1 sampai 6 yang digarap koh Nanang Gunawan dari MCC untuk trek 800 meter masih dipakai. Paling gir ganti dari 16/34 jadi 15/35,” ujar mekanik disapa Uda ini.
Untuk bisa ninggalin rival, motor 250 cc setelah bore up juga naik stroke. Pakai piston Scorpio 70 mm dan stroke 66 mm setelah ganti stang piston RX-Z. Cuma harus geser pen kruk-as 9 mm dengan cara pen kruk-as asli diameter 28 mm diganti jadi 22 mm punya RX-Z. Lalu bekas lubang ditambal daging sambil dibuatkan lubang pen baru.

“Paking atas pakai standar 1 lembar. Paking bawah selain diganjal pelat aluminum 2 cm juga ditambah paking standar 1,5 mm,” ulas bapak dua anak ini.

Gabungan bensol biru, Pertamax dan udara dari karbu NSR SP reamer jadi 32 mm dengan spuyer 135/50. Buka-tutup diatur klep Thunder 125 yang punya ukuran 26 mm (in) dan 23 mm (ex).Diimbangi durasi kem 260 derajat baik untuk klep in maupun out.

Ayo siapa berani?. (www.motorplus-online.com)

Kampas Kopling Suzuki RGR

Komponen vital penentu kemenangan motor garapan Hari Novrian adalah kampas kopling. Tanpa didukung peranti mumpuni ini, tenaga motor hasil pembakaran akan percuma. Lantaran tenaga yang ditransfer tidak sepenuhnya dapat memutar roda belakang.

“Khusus untuk Satria F-150 ini, dipercayakan pada kampas kopling punya Suzuki RGR150. Selain memiliki material lebih kuat, penampang permukaan kampas juga lebih lebar. Risiko kampas selip jauh dari bayangan,” ujar Hari yang mempercayakan knalpot custom Joko Exhaust untuk pipa gas buang.

Dibanding aslinya, jika dipakai untuk balap biasanya tapak kampas gampang lepas. Selain itu umur pakai juga enggak bisa dipakai lebih dari 2 kali turun.

Modif Yamaha Mio, Sudah Dilamar Bro..!!

Modif Yamaha Mio, Sudah Dilamar Bro..!!

Demi bermain di trek lurus, Yamaha Mio milik Boim dipersenjatai piston diameter 66 mm. Tapi, bukan piston Honda CBR150, melainkan menggunakan seher Honda Tiger oversize 250. Ukuran diameternya 66 mm.

Agar masuk blok silinder Mio, boring standar diganti. “Menggunakan boring baru yang berdiameter luarnya 69 mm,” jelas Achmad Afandi alias Mple, mekanik bengkel matik HDM Racing yang terletak di Jl. Raya Pondok Melati, Jati Warna, Bekasi.

Namun menggunakan piston Tiger yang dipasang ke blok Mio akan menemui kedala. Kepala piston lebih nongol dan harus dipapas banyak.

Apalagi sekarang diikuti kenaikan stroke. Menggunakan pen stroke 1,5 mm yang berakibat langkah piston naik 3 mm. Makanya paking blok juga harus menggunakan bahan aluminium setebal 0,7 mm.

Kenaikan stroke bisa dihitung. Asalnya 57,9 + 3 mm = 60,9 mm. Dipadukan dengan piston Tiger diameter 66 mm. Kapasitas silinder kini jadi 208 cc.

Suplai gas bakar juga diperbesar. Caranya kepala silinder dipasangi klep besar. Mple mempercayakan klep EE berukuran 30 mm in dan 25 mm out.

Kinerja klep payung besar ini juga diatur buka dan tutupnya oleh per klep Jepang. Per klep ini sudah diketahui banyak orang. Lift kem bisa tinggi dan tidak mudah loyo.

Kinerja klep juga diatur oleh noken as custom. Karena tidak mempercayakan aftermarket. Pas dicoba noken as custom ini membuat lari motor makin beringas. Namun berapa papasan yang dilakukan, Mple tidak mengingat berapa mm. Tapi dia ingat durasi total noken as itu ada di kisaran angka 270°.

Menurut Boim, ubahan yang telah dilakukan ini sanggup mengalahkan lawan-lawannya. Kabar terakhir sudah dilamar salah satu bengkel di Jakarta Timur. Kapan kawin?

PULI AKSELERASI

Agar akselerasi semakin maksimal. motor ini didukung oleh per CVT 2.000 rpm. Karena per cvt standar dirasa loyo saat start atau akselerasi awal. Joki kerap mengeluhkan saat start motor kurang responsif.

Bagian rumah roller tidak banyak yang diubah. Hanya sedikit modifikasi, membuat got roller menjadi lebih tinggi. Atau bahasa mekaniknya got rumah roller disabit. Dimaksudkan agar posisi roller bisa naik menggencet v-belt. Logikanya top-speed tentu jadi ikut bertambah.

Bagian terakhir yang mendukung melesatnya Mio ini, di sektor knalpot. Karena bermain di kelas standaran, harus menggunakan standar modifikasi. Untuk knalpot diubah menggunakan sistem kondom. Knalpot racing dengan tampilan standar. Untuk urusan saluran buang ini sudah dipercayakan kepada produk DBS.(motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR Drax 50/90-17
Ban belakang  : HUT 60/90-17
Pelek depan : Akront 1,20/17
Pelek belakang : Akront 1,40/17
Sok belakang : YSS G-Series