Juni 30, 2013

Makna Kesaktian Pancasila Terhadap Kepribadian Bangsa

Makna Kesaktian Pancasila Terhadap Kepribadian Bangsa

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada dasarnya adalah untuk memperkukuh Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa. Hal itu perlu kita sadari dalam rangka mengembalikan Pancasila sebagai dasar dan arah paradigmanya yang selama ini cenderung dilupakan, bahkan mungkin hendak ditinggalkan. 

Tepat tanggal 1 oktober, kita kembali memperingati hari yang sangat krusial bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia.
Mungkin kini banyak yang lupa atau bahkan melupakan hari kesaktian Pancasila, sebab seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semain pesat, kita pun seakan terbius untuk melupakan sejarah yang sangat penting sebagai wujud terbentuknya dasar negara kepulauan, Indonesia.
Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September  1965.
Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G.30.S/PKI).
Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Pada saat itu setidaknya ada enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta.
Namun, berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.
Maka, tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.

Kalau dikaji ulang mengapa bulan oktober ini kita semua harus belajar tentang makna hari kesaktian Pancasila, maka setidaknya dengan peringatan hari kesaktian Pancasila kita dapat mengambil beberapa makna antara lain :
 
1.UNTUK MEMPERKOKOH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA
Banyak sekali fungsi dan peran Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara, tetapi diantara fungsi dan peran tersebut yang paling strategis adalah peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
           Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut A. Kardiyat Wiharyanto dosen Universitas Sanata Dharma Yogjakarta pada dasarnya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara. Sebagai dasar negara Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.
                        Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam bentuk  peraturan perundang-undangan bersifat imperatif (mengikat) bagi penyelenggara negara, lembaga negara, lembaga kemasyarakatan, warga negara Indonesia dimanapun berada, penduduk diseluruh NKRI. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti Pancasila sebagai petunjuk arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap WNI baik sikap , perilaku maupun tutur kata bahasanya harus mencerminkan dan  pancaran dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.
2. PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA SEBAGAI MEDIA REFLEKSI BANGSA
            Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut A Kardiyat Wiharyanto seharusnya dijadikan media refleksi untuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan Pancasila untuk hidup berbangsa dan bernegara. Dalam masa transisi ke arah demokrasi yang sebenarnya saat ini, ternyata telah terjadi krisis dan disentegrasi moral dan mental. Dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat terpanggil untuk membela dan  merevitalisasi Pancasila yang sedang berada diambang bahaya, karena mulai banyak dilupakan. Dalam konsteks inilah kita perlu merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis. Seluruh lapisan masyarakat harus menyadari bahwa tanpa plaform dalam format dasar negara atau ideologi yang kuat maka suatu bangsa akan mustahil untuk mempertahankan survivalnya. Kejadian di Uni Soviet dan Eropa Timur di tahun sembilan puluan dapat kita jadikan pelajaran penting bagaimana membangun  ideologi kuat sebagai modal dasar mempertahankan eksistensi sebuah bangsa dan negara..
3. BENTENG DARI ANCAMAN DESINTEGRASI BANGSA
            Penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara bukan pekerjaan yang sederhana dan mudah. Proses pengesahannya melalui jalan yang panjang penuh perdebatan yang berbobot, rasa tanggung jawab yang besar terhadap nasib bangsa dikemudian hari, tetapi juga penuh dengan rasa persaudaraan yang akrab.
            Kiranya kita perlu sadari bahwa kebhinekaan maupun kesatuan Indonesia adalah suatu kenyataan dan selayaknya suatu persoalan walaupun proses integrasi bangsa terus berjalan, namun potensi-potensi yang disentegratif belum hilang, bahkan amat mungkin tidak pernah hilang. Hal itu sebagai konsekuensi serta mendasarkan diri pada Pancasila. Pancasila amat menekankan kesatuan dan persatuan, tetapi tanpa mematikan atau melenyapkan kebhinekaan yang ada. Dilain pihak Pancasila menerima dan menghargai kebhinekaan, tetapi dalam batas-batas yang tidak membahayakan atau menghancurkan kesatuan dan kesatuan bangsa. Potensi desintegrasi bangsa yang terjadi dan berkembang akhir-akhir ini merupakan cobaan dan ujian bangsa menuju bangsa kuat dan maju.
Oleh karena itu semua persoalan tersebut dapat dipecahkan seandanyai kita memiliki ideologi yang kuat dan Pancasila dijadikan acuan utama dalam memecahkan segala persoalan-persoalan tersebut.Momentum Kesaktian Pancasila seharusnya dijadikan semangat untuk menjadikan Pancasila sebagai sarana paling ampuh sekali untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Karena Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai, norma norma oleh bangsa Indonesia diyakini paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai tepat bagi bangsa Indonesia sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia.
4. MEMPERKUAT SEMANGAT NASIONALISME DAN PATRIOTISME BANGSA
            Era globalisasi dan modernisasi bangsa merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak hal tersebut akan berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara. Disebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi globalisasi akan menjadikan mereka untuk lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotisme. Bahkan walaupun mereka harus belajar dan bekerja di luar negeri sekalipun tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsanya. Tetapi bagi sebagian lapisan masyarakat yang lain maka justru pengaruh globalisasi dan modernisai sedikit demi sedikit melunturkan rasa nasionalisme dan patriotisme mereka. Disamping karena minimnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila juga karena pengaruh ideologi lain yang memaksa mereka kurang memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara.Oleh karna itu peringatan hari kesaktian Pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur.
            Mengkaji ulang makna hari kesaktian Pancasila bukan hanya sekedar mengingat sejarah terhadap peristiwa keji pembrontakan G 30 S/PKI yang seharusnya diketahui oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya. Peringatan lewat upacara-upacara bendera di sekolah seperti zaman orde baru dahulu, seharusnya tetap dilaksanakan disekolah-sekolah maupun di instansi pemerintah dalam batas-batas yang wajar sebagai pengingat momentum bersejarah yang tak pernah terlupakan. Tetapi ada ada hal terpenting dari moementum kesaktian Pancasila yaitu Pancasila harus dijadikan paradigma dalam pembangunan, Pancasila harus dijadikan acuan utama memcahkan problematika yang terjadi dalam bidang pembagunan baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam. Dan yang paling utama tentunya walaupun sekarang tidak ada lagi P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), semua komponen masyarakat Indonesia harus bertekat dan bersatu untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Referensi : http://taufiknasionalis.blogspot.com/2012/12/mengkajikembali-makna-hari-kesaktian.html
http://bundadontworry.wordpress.com/2010/10/01/makna-kesaktian-pancasila/

Mei 05, 2013

Ciri khas Budaya Indonesia ( Berkepribadian Pancasila )


Ciri Khas Kebudayaan Indonesia ( Berkepribadian Pancasila )
- Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.
• Ciri – ciri kebudayaan di Indonesia
Keanekaragaman adat istiadat, agama, seni, budaya, dan bahasa yang berkembang di Indonesia melahirkan adanya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah memiliki ciri khas tersendiri. Namun, secara keseluruhan ciri khas tersebut mengandung banyak unsur kesamaan yang melahirkan kebudayaan nasional.
1. Ciri-ciri kebudayaan nasional
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan seluruh rakyat Indonesia. Merupakan puncak kebudayaan daerah. Ciri-ciri kebudayaan nasional adalah sebagai berikut:
a)            Mengandung unsur budaya daerah yang sifatnya diakui secara nasional.
b)            Mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa.
c)            Merupakan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
d)            Mengandung unsur-unsur yang mempersatukan bangsa.
Contoh kebudayaan nasional antara lain sifat gotong royong, pakaian nasional yaitu kebaya dan batik, serta bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Semuanya itu menjadi identitas khas bangsa Indonesia. Suatu kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia
Menurut Dewan Perancang Nasional, yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa.
Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu, Tiongkok, Portugis, Spanyol, Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Mungkin di sana-sini, misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing, namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila, maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita.
Demikianlah, maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri salah satunya yaitu merupakan  Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal, yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.
Oleh karena itu yang penting adalah bagaimana kita memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan. Tanpa ini maka Pancasila hanya akan merupakan rangkaian kata-kata indah yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945, yang merupakan perumusan yang beku dan mati, serta tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita.
Apabila Pancasila tidak menyentuh kehidupan nyata, tidak kita rasakan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari, maka lambat laun kehidupannya akan kabur dan kesetiaan kita kepada Pancasila akan luntur. Mungkin Pancasila akan hanya tertinggal dalam buku-buku sejarah Indonesia. Apabila ini terjadi maka segala dosa dan noda akan melekat pada kita yang hidup di masa kini, pada generasi yang telah begitu banyak berkorban untuk menegakkan dan membela Pancasila.

Referensi:


April 01, 2013

ilmu budaya dasar I

Tugas 1 Ilmu Budaya Dasar



Ilmu Budaya Dasar
Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris the Humanities, yang berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanitie diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya adalah mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan, ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya. Melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang diperoleh secara langsung ataupun tidak langsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada pembelajaran khusus mengenai ilmu ini, karena ilmu ini sering kita temukan dalam interaksi kita dalam bermasyarakat.
Contoh kecil adalah komunikasi antar keluarga, pergaulan kita terhadap teman, yang mungkin kita dapat mengetahui bagaimana kita dapat memahami sifat dan karakter setiap orang. Begitupun dalam bermasyarakat, dalam interaksi kita harus memahami norma-norma dalam masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, Negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
• Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.

• Proses pembangunan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
• Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik engan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknoilogi yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negative akibat dampak negative teknologi manusia kini menjadi resah dan gelisah.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar antara lain:
  1. Mengenal lebih dalam dirinya sendirimaupun orang lainyang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
  2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
  3. Sebagai bekal penting untuk pergalulan hidup.
  4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
  5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran, perasaan, serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
  6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
  7. Tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan.
Ilmu Budaya Dasar memiliki ruang lingkup antara lain:
a. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya(the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
b. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

- Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam Kehidupan Manusia
Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam Kehidupan Manusia, sebagian kita sudah bahas dalam definisi diatas, bahwa kita sebagai manusia secara sadar atau tidak sadar sering berinteraksi antar teman, masyarakat, ataupun keluarga. Inilah yang disebut Penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam kehidupan kita. Dimana yang dimaksud Budaya diatas adalah bagaimana kita harus bersikap dalam aspek kehidupan yang berbeda-beda sehingga kita dapat menempatakan diri pada situasi apapun yang akan kita hadapi.
Dalam penerapan Ilmu faktor pendukungnya antara lain adalah agama atau kepercayaan kita terhadap Tuhan. Dimana dalam agama itu sendiri sudah pasti diajarkan bagaimana kita harus menjaga interaksi kita terhadap Tuhan dan sesame manusia, agar tercipta hubungan yang harmonis dalam kehidupan.
Inti dari ilmu budaya dasar dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat.
Referensi :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji ; Ilmu Budaya Dasar ; Gunadarma, Jakarta, 1994.
http://www.anneahira.com/ilmu/ilmu-budaya-dasar.htm
http://myleaf-clover.blogspot.com/2012/02/ilmu-budaya-dasar.html


ILHAM KURNIAWAN PUTRA
53412604
1IA09

Januari 06, 2013

GPS dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari



- Tugas ISD III
Proposal Penelitian Dengan Judul :

GPS dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

BAB I
PENDAHALUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan kita sehari –hari sekarang ini sangat pesat sekali, baik mencari informasi maupun menerima informasi sehingga dapat membantu manusia memudahkan permasalahan yang sedang dihadapinya.  Sebagai penduduk suatu negara, kita harus dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di negara kita maupun di negara lain. Sehingga kita tidak akan ketinggalan oleh negara lain.
Salah satu perkembangan TIK adalah GPS, yaitu Global Positioning System. GPS dapat diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari untuk membantu pekerjaan manusia.

1.2​  Perumusan Masalah
- Apa itu GPS?
- Kapan GPS mulai dikenal oleh masyarakat?
- Siapa yang menemukan Sistem Pemosisi Global atau GPS?
- Bagaimana penerapan GPS dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 ​ Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan pembuatan proposal penelitian  ini  untuk mendapatkan informasi mengenai GPS. Diharapkan dengan adanya proposal penelitian  ini juga dapat mengerti mengenai GPS dengan lebih jelas sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1​  Teori-Teori yang Dipakai
    2.1.1  Pengertian GPS
Global Positioning System (GPS) atau Sistem Pemosisi Global adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Sistem navigasi yang berbasiskan satelit yang saling berhubungan yang berada di orbitnya. Satelit-satelit itu milik Departemen Pertahanan (Departemen of Defense) Amerika Serikat yang pertama kali diperkenalkan mulai tahun 1978 dan pada tahun 1994 sudah memakai 24 satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu. Bila diibaratkan, GPS merupakan pengembangan dari sebuah peta lokasi yang dimanifestasikan dalam bentuk teknologi yang menggunakan satelit. Satelit satelit ini mengorbit pada ketinggian sekitar 12.000 mil dari permukaan bumi. Posisi ini sangat ideal karena satelit dapat menjangkau area coverage yang lebih luas. Satelit-satelit ini akan selalu berada posisi yang bisa menjangkau semua area di atas permukaan bumi sehingga dapat meminimalkan terjadinya blank spot (area yang tidak ter- jangkau oleh satelit). Setiap satelit mampu mengelilingi bumi hanya dalam waktu 12 jam. Sangat cepat, sehingga mereka selalu bisa menjangkau dimana pun posisi seseorang di atas permukaan bumi. Untuk dapat mengetahui posisi seseorang maka diperlukan alat yang diberi nama GPS reciever yang berfungsi untuk menerima sinyal yang dikirim dari satelit GPS. GPS reciever sendiri berisi beberapa integrated circuit (IC) sehingga murah dan teknologinya mudah untuk di gunakan oleh semua orang. GPS dapat digunakan utnuk berbagai kepentingan, misalnya mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan di integrasikan dengan komputer maupun laptop. Posisi di ubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point nantinya akan berupa titik-titik koordinat lintang dan bujur dari posisi seseorang atau suatu lokasi kemudian di layar pada peta elektronik.

    2.1.2  Satelit GPS
Untuk menginformasikan posisi user, 24 satelit GPS yang ada di orbit sekitar 12,000 mil di atas kita. Bergerak konstan bergerak mengelilingi bumi 12 jam dengan kecepatan 7,000 mil per jam. Satelit GPS berkekuatan energi sinar matahari, mempunyai baterai cadangan untuk menjaga agar tetap berjalan pada saat gerhana matahari atau pada saat tidak ada energi matahari. Roket penguat kecil pada masing masing satelit agar dapat mengorbit tepat pada tempatnya. Satelit GPS adalah milik Departemen Pertahanan (Department of Defense) Amerika, adapun hal-hal lainnya:
1.  Nama satelit adalah NAVSTAR
2.  GPS satelit pertama kali adalah tahun 1978
3.  Mulai ada 24 satelit dari tahun 1994
4.  Satelit di ganti tiap 10 tahun sekali
5.  GPS satelit beratnya kira-kira 2,000 pounds
6.  Kekuatan transmiter hanya 50 watts atau kurang
Satelit-satelit GPS harus selalu berada pada posisi orbit yang tepat untuk menjaga akurasi data yang dikirim ke GPS reciever, sehingga harus selalu dipelihara agar posisinya tepat. Stasiun-stasiun pengendali di bumi ada di Hawaii, Ascension Islan, Diego Garcia, Kwajalein dan Colorado Spring. Stasiun bumi tersebut selalu memonitor posisi orbit jam jam satelit dan di pastikan selalu tepat.

    2.1.3  Manfaat GPS
Sebenarnya, ada banyak manfaat yang bisa diambil jika kita mengetahui waypoint dari suatu tempat. Pertama, kita dapat memperkirakan jarak lokasi yang kita tuju dengan lokasi asal kita. GPS keluaran terakhir dapat memperkirakan jarak kita ke tujuan, sampai estimasi lamanya perjalanan dengan kecepatan aktual yang sedang kita tempuh. 
Dengan teknologi GPS dapat digunakan untuk beberapa keperluan sesuai dengan tujuannya. GPS dapat digunakan oleh peneliti, olahragawan, petani, tentara, pilot, petualang, pendaki, pengantar barang, pelaut, kurir, penebang pohon, pemadam kebakaran dan orang dengan berbagai kepentingan untuk meningkatkan produktivitas, keamanan, dan untuk kemudahan.
- Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.

- Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

- Sistem Informasi Geografis
Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

- Sistem pelacakan kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bantuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini. Sistem ini lebih spesifik, GPS Tracker atau sering dikenal dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

- Pemantau gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan\ terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik

Dari beberapa pemakaian di atas dikategorikan menjadi:
- Lokasi
Digunakan untuk menentukan dimana lokasi suatu titik dipermukaan bumi berada.
- Navigasi
Membantu mencari lokasi suatu titik di bumi
- Tracking
Membantu untuk memonitoring pergerakan obyek
Membantu memetakan posisi tertentu, dan perhitungan jaringan terdekat
- Timing
Dapat dijadikan dasar penentuan jam seluruh dunia, karena memakai jam atom yang jauh lebih presesi di banding dengan jam biasa.

Tidak peduli posisi , di tengah laut, di tengah hutan, di atas gunung, ataupun di pusat kota. Selama GPS dapat menerima sinyal dari satelit secara langsung tanpa halangan, maka GPS akan selalu memberikan informasi koordinat posisi Anda. GPS membutuhkan area pandang yang bebas langsung ke langit. Halangan-halangan seperti pohon, gedung, bahkan kaca film seperti V-Kool, bisa mengurangi akurasi sinyal yang diterima oleh GPS.

2.2​  Kerangka Penelitian
Untuk memudahkan dalam memahami isi proposal maka penulis susun sedemikian rupa sehingga antara satu bab dengan bab yang lain saling berkesinambungan. Didalam bab tersebut terdapat sub-bab yang menjelaskan lebih rinci lagi isi bab yang ditentukan.
Adapun kerangkanya sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN yang meliputi : Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian.
BAB II LANDASAN TEORI yang meliputi : Teori-Teori yang Dipakai dan Kerangka Penilitian
BAB III ANALISA yang meliputi : Metodelogi Penelitian, Objek Penelitian, Periode Penelitian, Cara Penilitian Data, Rencana Biaya Penelitan, Jadwal Waktu Penelitian

BAB III
ANALISA
3.1​  Metedologi Penelitian
1.  Metode Observasi
Dalam metode observasi ini penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap keadaan dilapangan dengan demikian dapat diketahui secara langsung data-data yang dibutuhkan dan informasi apa yang dapat diambil
2.  Metode Literatur
Dalam metode literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari buku dan internet yang mendukung penulisan proposal penelitian ini

Periode Penelitian
      Data yang digunakan merupakan data laporan dari Pertengahan bulan November 2012 sampai Akhir bulan Desember 2012

3.2  Cara Penelitian Data
Cara Pengumpulan Data : Melakukan observasi dan memilih literatur yang tepat guna memenuhi data data dan informasi yang dibutuhkan .

Rencana Biaya Penelitian : Penelitian in merupakan penelitian mata kuliah Ilmu Sosial Dasar di Universitas Gunadarma, untuk memenuhi tugas yang deberikan. Maka semua biaya penelitian ditanggung oleh penulis.

Jadwal Waktu Penelitian :
1.  Minggu I : Persiapan dan pengumpulan data
2.  Minggu II-V : Penyusunan laporan dan laporan akhir

Daftar Pustaka :
-  Majalah Komputer CHIP Oktober 2002
-  Eddy Prahasta, Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis, Informatika, Bandung, Oktober 2002
-  www.garmin.com
-  http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/sept05/02%20-  %20STMIK%20AMIKOM%20Yogyakarta%20Makalah%20ANDI%20_global%20positioning_.pdf

NAMA    : ILHAM KURNIAWAN PUTRA
NPM       : 53412604
KELAS   : 1IA09